Selasa, 14 Januari 2014

Pertemuan Singkat


Pertemuan Singkat
D
isebuah Sekolah yang sedang menjalankan sebuah ulangan yang mewajibkan siswa kelas VIII duduk sebangku dengan siswa kelas VII.Dari situlah awal perjumpaan aku dan dia bertemu. Dalam seminggu aku dan dia selalu berjumpa. Aku dan dia tidak sebangku,tapi anehnya dia selalu meminta tisu dan selalu tersenyum aneh tehadap aku. Aku pun kesal terhadap sikap dia yang selalu tersenyum tanpa ada sebab terhadapku.
            ‘’Dek,dia itu kenapa sih senyum-senyum gak jelas sama aku. Dia itu idiot ya dek ?’’tanyaku kepada adek kelas yang duduk disampingku.’’Dia itu orangnya aneh kak’’jawab adek kelas itu. Aku ingin memberi tahu dia bahwa kelakuan dia terhadap aku itu membuat aku kesal,tapi aku tidak tega mengatakan itu kepada dia.Setelah tau sikap dia yang seperti orang idiot itu aku tidak heran kalau dia bersikap aneh terhadap aku. Di ulangan-ulangan selanjutnya pun aku sudah tidak heran lagi kalo dia bersikap yang sama seperti yang sebelumnya. Ulangan demi ulangan terlewatkan dan sampe akhirnya aku dan dia berpisah karena sudah kenaikan kelas.
            Dari perjumpaan itu membuahkan hasil yang tanpa disangka-sangka aku dan dia menjadi dekat. Sebelumnya aku tidak tahu kalau dia itu ada dicontact bbm aku,dan karena aku orangnya iseng aku pun mengechat dia.’’hai,ini anak 77 yang suka mintain gue tisu ya?’’tanya aku kepada dia.’’hai jugaJiya ini aku kan’’jawab dia. Dia pun membalas chat aku dengan senyuman. Karena sering bbman dengan dia,aku pun merasa nyaman terhadap dia. Dia selalu  memberikan senyuman walaupun tidak secara langsung,perhatian dan baik terhadap aku. Aku pun luluh karena kelakuan dia terhadapku. Padahal sebelumnya aku berfikir,mana mungkin aku bisa suka sama orang idiot kayak dia.
            Hari demi hari aku lalui dengan keceriaan bersama dia yang selalu ada disaat aku sedang sedih dan selalu menemani aku disaat aku kesepian. Sampai pada akhirnya aku dan dia saling mengatakan ‘’CINTA’’. Bahwa aku dan dia saling menyukai dan menyayangi. Aku tidak menyangka kalau diapun punya rasa yang sama seperti aku terhadap dia. Tapi hari-hari aku dengan dia tidak semulus percintaan aku dengan dia. Ada saja orang-orang yang ingin merusak hubungan aku dengan dia. Ya..walaupun aku mengerti hubungan aku  dengan dia itu memang tidak jelas. Setidaknya mereka mengerti dan mendukung hubunganku dengan supaya menjadi jelas dan bukan malah sebaliknya.
            Aku dan dia berfikir kalo ini memang jalan kita berdua untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi cobaan yang ada. Walaupun banyak sekali cobaan,hubungan aku dengan dia tetap berjalan dengan baik. Kebetulan juga kelas aku dan dia bersebelahan,dan sesekali ketika pulang sekolah aku dan dia bertemu dan berbicara berdua. Biarkan orang lain mengatakan apa tentang hubungan kita berdua,toh aku dan dia yang menjalankan hubungan ini bukan mereka yang hanya melihat aku dan dia dari sebelah mata saja tanpa tahu bagaimana perjuangan aku dan dia dalam menjalani hubungan ini.
            Hubungan ini pun tetap berlanju

Tidak ada komentar:

Posting Komentar