move on..
kata yang gampang banget buat diucapin tapi susah banget buat dilakuin dan dijalanin..
emang sih move on itu ''gampang'' tapi kalo kenangan yang dikasih sama dia banyak banget trus sering ketemu sama dia apakah moveon itu jadi gampang? gakkan yang pasti..
tapi bisa sih gampang kalo kita punya ''niat dan tekad'' yang kuat buat move on guyss
tapi jangan terlalu dipaksain buat moveon dari dia ya,nanti takudnya kalian gak bisa lupain dan malah tambah sayang sama dia
Intinya sih moveon itu harus didasari niat dan tekad yang kuart buat lupain semua tentang dia..
Astri Nur Hidayati
Selasa, 08 April 2014
Rabu, 05 Februari 2014
Bacharuddin Jusuf Habibie
Pasti pada kenal sama Presiden ke 3 Indonesia inikan?
ituloh yang banyak menginspirasi rakyat Indonesia trus yang menciptakan pesawat juga...
Karya-karyanya bagus-bagus banget dan satu lagi percintaannya dengan ibu Ainun juga menginspirasi banyak orang dan sampe dibuat juga fimnya yang berjudul ''HABIBIE DAN AINUN''.
Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare,Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 77 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.
Terakhir,ini sebuah puisi yang roamntis banget dari Pak Habibie untuk Ibu Ainun:
ituloh yang banyak menginspirasi rakyat Indonesia trus yang menciptakan pesawat juga...
Karya-karyanya bagus-bagus banget dan satu lagi percintaannya dengan ibu Ainun juga menginspirasi banyak orang dan sampe dibuat juga fimnya yang berjudul ''HABIBIE DAN AINUN''.
Prof. DR. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare,Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 77 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.
Perjalanan Hidup Prof. Dr. Ing. Bj. Habibie
Ketika beliau pergi haji akhir tahun 1982, mendapatkan
pujian, “Habibie, dunia ini tidak tuli dan buta. Bahwa, didunia ini
terdapat ilmuwan muslim yang mengangkat nama Islam dimata dunia dengan
prestasi dan progresifitas.”
-Pengeran Sultan Abdul Aziz (Saudi Arabia)-
sejak 3 September 1950, bapak beliau meninggal karena
mengalami serangan jantung ketika menunaikan shalat Isya’. Dengan
perasaan duka yang mendalam R.A Tuti Marini menadahkan tangan kepada
Allah untuk meminta ketabahan dalam menghadapi hari-hari selanjutnya.
Setelah beberapa saat setelah kematian suaminya beliau langsung
memutuskan kepada anak laki-laki pertamanya yaitu Habibie untuk pindah
ke Jawa (Bandung) agar dapat meneruskan pendidikannya.
Tetapi jauh dari kehidupan anaknya yang rajin dan
tekun belajar, Ny. R.A Tuti Marini tidak merasa tenang, sehingga
memutuskan untuk meninggalkan Ujung Pandang sekeluarga untuk
transmigrasi ke Bandung dengan menjual rumah dan kendaraannya. Selama
menjadi mahasiswa di ITB Habibie memang banyak tertarik dibidang
aeromodeling atau model pesawat terbang yang ia buat sendiri.
Menjadi Mahasiswa di Aachean
Pada tahun lima puluhan, belajar diluar negeri masih
merupakan hal yang langka, baik dengan beasiswa pemerintah maupun biaya
sendiri. Tetapi Ny. R. A Tuti Marini sudah bertekad kepada anak-anaknya
untuk melanjutkan pendidikan semaksimal kemampuannya, termasuk keluar
negeri B.J. Habibie mendengar sendiri malam ketika ayahnya meninggal,
ibunya yang waktu itu mengandung delapan bulan berteriak-teriak dan
bersumpah di depan jasad Alwi Jalal Habibie suaminya, bahwa cita-cita
suaminya terhadap pendidikan anak-anaknya akan diteruskan. Itulah yang
membuat Habibie tidak heran ketika diajak runding ibunya. “Nak, kamu
sudah saya dapatkan beasiswa untuk keluar negeri. Sudah ada izin dari P
dan K, katanya.”
Kebetulan pada suatu hari ia bertemu dengan Kenkie
(Laheru) temannya di ITB. Laheru mengatakan ia akan pergi ke Jerman
melanjutkan pendidikan. B.J. Habibie langsung menyatakan bahwasannya ia
juga berniat, tetapi bagaimana bisa memperoleh izin dan visa ? Laheru
menjawab, sementara ini yang paling penting adalah menghubungi
kementerian perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Jakarta.
Beliau langsung berangkat ke Jakarta dan menemui
petugas yang berwenang. Waktu itu beliau ditanya jurusan apa yang paling
dikuasai? Beliau menjawab fisika yang termasuk jurusan aeronautika atau
intruksi pesawat terbang. Ibu beliau mengirim Habibie keluar negeri
dengan alasan, Saya memilih Habibie karena anak itu kelihatan lebih
serius dalam hal belajar. Sampai-sampai dibalik pintupun ia bisa membaca
buku dengan asyiknya. Sebetulnya, adiknya ada yang ingin melanjutkan
sekolah ke luar negeri tapi bagaimana lagi waktu itupun, saya harus
melepas seluruh uang tabungan, dan sebagai janda saya tidak memiliki
koneksi, sehingga terpaksa saya harus berjuang sendiri demi anak.”
Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk
sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah
ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Sebelum
berangkat ke Jerman, beliau bertemu Prof. Dr. Muhammad Yamin selaku
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang waktu itu mengelus-ngelus
kepalanya dan berkata, “Kamu inilah harapan bangsa.” Nasehat tersebut
merupakan ujian yang harus dilalui dengan sukses oleh B .J. Habibie.
Hidup di Rantau
Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean,
99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh.
Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada
teman-temannya yang lain
Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru
kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk
membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali
belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak
menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman
dan uang tanpa mengikuti ujian.
Dalam kelas-kelas yang diikutinya Habibie
kadang-kadang menarik perhatian. Pernah suatu hari Habibie mengikuti
kuliah yang diberikan oleh Prof. Ebner, tetapi karena terlambat beberapa
menit ia masuk ruangan kuliah dengan berhati-hati. Kira-kira setengah
jam kemudian, Prof. Ebner berhenti dan menanyakan kepada mahasiswa
apakah ada yang belum jelas ataupun bertanya. Tiba-tiba beliau angkat
bicara dengan langsung mendebat, sehingga suasana mulai berubah. Dan
semakin lama perdepatanpun semakinseru, sampai akhirnya semua mahasiswa
satu persatu meninggalkan tempat karena makin panjangnya perdebatan.
Disamping aktif menjadi mahasiswa jurusan aeronik,
ternyata kiprah Habibie dalam dunia sosial sangat bagus, beliau
mengadakan seminar PPI yang mengupas masalah pembangunan, politik,
ekonomi serta sosial di Indonesia.pada tahun 1959 dengan penuh
perjuangan dan usaha yang tidak mudah, sehingga beberapa perusahaan
beliu kunjungi untuk meminta dana dari proposal yang beliau buat
sendiri. Seminar tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi
Indonesia yang berdomisili di Eropa.
Sementara seminar terealisasikan, beliau terkapar
sakit dan mendekam di klinik universitas Bonn dikarenakan serangan
influenza yang virus-virusnya masuk ke jantung. Sehingga selama 24 jam,
dalam keadaan tidak sadar tiga kali dikembalikan kekamar mayit dari
bangsal biasa. Namun, Allah masih memberikan kesempatan bagi beliau
untuk meneruskan perjuangannya, dan saat sadar beliau menciptakan sajak,
yaitu:
Sajak ini, mengisahkan tekad dan kepasrahannya dalam
mengabdi untuk mencapai kemakmuran bangsa bukan untuk dilihat orang
tetapi merupakan kewajiban generasi bangsa baik individu maupun
kelompok.
Memang tekad suci dan kuat, serta tujuan belajar
serta hidup yang suci menjadi dasar kesuksesan beliau dalam bidang
akademik. Sehingga pada tahun 1960 meraih gelar Diploma Ing., dengan
nilai Cumlaude atau dengan angka rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyur,
beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri
kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon
yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi
volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan
seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat
sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya
berhasil.
Sedangkan pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar
Dr. Ingenieur dengan penilaian summacumlaude dengan angka rata-rata 10
dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Belum lagi penemuan beliau tentang pemecahan persoalan penstabilan
konstruksi di bagian ekor pesawat yang dihadapi oleh Perusahaan HFB
(Hamburger Flugzeugbau) yang kini berubah menjadi MBB (Messerschmitt
Bolkow Blohm) selama tiga tahun akhirnya dapat diselesaikan oleh Habibie
dalam waktu enam bulan. Sehingga, penemuan-penemuan tersebut diabadikan
oleh berbagai pihak yang dikenal dengan teori, faktor dan metode
Habibie. Kegigihannya dalam mempertahankan pendapat, baik mengenai
program-program penelitian maupun yang lainnya membuahkan hasil baginya.
Sehingga pada tahun 1974, beliau sudah diangkat menjadi Wakil Presiden
dan Direktur Teknologi MBB. Amanat tersebut merupakan jabatan tertinggi
yang diduduki oleh orang asing.
Prestasi-prestasi yang diukir di Jerman bukan kunci
keberhasilan dan kejayaan bagi beliau, justru hal tersebut sebagai
sarana dalam mempersiapkan diri jika kelak berada di tanah air. Pada
umur 28 tahun, ketika itu Habibie belum bisa kembali pulang ke Indonesia
justru beliau diberi tugas untuk membina kader-kader bangsa yang sedang
mendalami konstruksi pesawat. Akhirnya, kader-kader tersebut beliau
berikan peluang untuk bekerja di MBB melalui prakarsa yang tidak mudah
untuk meyakinkan pihak perusahaan dalam menerima 30 orang Indonesia.
Saat Habibie dipanggil untuk pulang ke Indonesia, 30 orang tersebut
bersama-sama beliau kembali ke tanah air guna menjalankan tugas yang
diberikan oleh presiden Suharto.
Kembali ke tanah air
Presiden Suharto langsung memberi instruksi kepada
B.J. Habibie untuk merintis IPTN. Bermodalkan semangat dan tekad yang
kuat B.J.Habibie berangkat ke luar negeri guna mengajak
industri-industri pesawat terbang lainnya untuk bekerjasama. Di dalam
usahanya itu, tantangan besar siap dihalau. Bahkan tamparan keras
dirasakan ketika akan berunding dengan sebuah industri pesawat terbang
di Kanada. Direktur utama perusahaan menolak untuk bertemu bahkan ketika
asisten direktur perusahaan menerimanya, dengan keras mereka menjawab
tidak berminat untuk bekerja sama dengan Indonesia dan yang perlu
dimengerti oleh anda membangun industri pesawat terbang itu tidak mudah
Habibie seharusnya semua mengerti. Dengan kata lain, bangsa Indonesia
tidak akan becus membuat pesawat terbang. Karena itu jangan bermimpi.
Tidak ada usaha tanpa hasil didunia ini, akhirnya
beliau mendapatkan mitra yaitu CASA Spanyol yang setuju bekerjasama
dalam pembuatan NC 212 Aviocar berbaling-baling ganda. Kemudian
berdasarkan pengalamannya di Eropa, beliau berhasil membuat persetujuan
dengan MBB untuk membuat Helikopter BO-105 dan sebagainya.
Menaiki jenjang karier di Indonesia banyak prestasi
yang beliau raih, diantaranya: memimpin industri IPTN, guru besar bidang
konstruksi pesawat terbang di ITB, menjadi Menteri Riset dan Teknologi,
Wakil Presiden RI, Presiden RI, ketua ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim
Indonesia), pemimpin umum The Habibie Center, dan masih banyak prestasi
beliau yang diukir baik nasional maupun Internasional. Beliau bagaikan
mendayung diantara gelombang, kritik positif maupun tidak membangun
tiada henti. Namun apakah kata? Tiada orang yang sempurna didunia ini,
maka tikaman dan hujatan beliau hadapi dengan tenang serta tabah.
Charge dalam hidup
Walaupun sibuk dengan urusan bangsa, organisasi dan
keluarga, namun nilai-nilai spiritual tetap harus didepankan. Beliau
tidak pernah lupa sholat lima waktu, sesekali shalat tahajjud, puasa
Senin-Kamis serta menunaikan ibadah haji. Selama di rantau dalam keadaan
rindu kepada Tuhan, di manapun tidak memilih tempat, ia berhenti untuk
berdoa. Beliau ingat dengan ayahnya yang saleh. Beliau biasa membawa
tasbih kemanapun berada. Karena ibadah spiritual merupakan charge
(mengisi tenaga) dan secara biologis hal itu berarti menambah kalori dan
energi.
dan ini adalah sumpah BJ.Habibie yang menggetarkan dan mengharukan :
Sumpahku
Terlentang! Jatuh! Perih! Kesal!
Ibu Pertiwi
Engkau pegangan
Dalam perjalanan
Janji Pusaka dan Sakti
Tanah Tumpah darahku makmur dan suci
.....
Hancur badan!
Tetap berjalan!
Jiwa besar dan suci
Membawa aku PADAMU!
Terakhir,ini sebuah puisi yang roamntis banget dari Pak Habibie untuk Ibu Ainun:
Minggu, 02 Februari 2014
For You
aku sangat mencintaimu
mencintaimu bahagia dalam hidupku
aku sangat ingin bersamamu
bersama dalam sedih dan senang
mencintaimu bahagia dalam hidupku
aku sangat ingin bersamamu
bersama dalam sedih dan senang
Sabtu, 25 Januari 2014
Perbedaan Suka,Sayang Dan Cinta
Sebenarnya ada 3 tingkatan dalam hubungan dunia percintaan, yaitu: suka, sayang dan cinta.
Pertanyaan dari sahabat anehdidunia.com hari ini sangat berkualitas:
“Cinta sama Sayang itu, sama apa beda?” Banyak sekali orang yang tidak
mengetahui garis tipis letak perbedaannya. Sebelum kita memulai hubungan
yang lebih serius, ada baiknya kita mengetahui perbedaan suka, sayang
dan cinta. Lantas apa perbedaan antara ketiganya?
Selasa, 21 Januari 2014
Mencintai
Aku menjauh darimu bukan berarti aku tidak menyayangimu. Aku
menjauh darimu karna aku memang tak selayaknya dekat atau mencintai orang yang
sudah tak mencintaiku lagi. Memang rasa ingin mencintai ataupun untuk mendekat
dari mu masih ada,tapi aku berusaha untuk menghilangkan rasa itu untuk
berulang-ulang kali.
Sabtu, 18 Januari 2014
Sejarah dan Perkembangan Kerudung / Hijab / Jilbab
Kerudung/Hijab/Jilbab awalnya adalah sebuah benda yang kemunculanya
akibat dari dorongan syaraiat, artinya munculnya ide budaya materi
Kerudung/Hijab/Jilbab adalah berasal dari hukum Alloh yang jelas, sudah
diberi definisi dan ketentuan apa yang dimaksud, dan dalam kadar seperti
apa sesuatu bisa disebut sebagai sebuah Kerudung/Hijab/Jilbab (Al ~ Qur’an surat An – Nur (24): 31).
7 Aturan Berpacaran
1: Pria yang harus membayar
saat sedang jalan-jalan. Sesekali Andalah yang harus
membayar, karena itu akan
menunjukkan Anda orang yang
kuat dan mandiri.
Langganan:
Postingan (Atom)





